Bismillahir-Rahmanir-Rahim.. Assalamualaikum... Kepada para pengunjung. Tujuan blog ini di wujudkan adalah untuk berkongsi ilmu dan maklumat. Posting-posting dari blog ini tidak terbatas pada satu-satu bab. Ia lebih kepada mengikut citarasa hamba sendiri. Harap maaf jika tidak memenuhi kehendak jiwa serta keselesaan para pengunjung yang berlainan idealogi. Namun hamba tetap menyediakan berbagai label infomasi ( scroll down pada sidebar dibawah dan lihat pada "LABEL" ) untuk dimanfaatkan bersama. Semoga dapat memberi manfaat pada kita semua insyaAllah. wassalam.

JANGAN LUPA TINGGALKAN LINK SUPAYA SENANG AKU NAK MELAWAT DAN FOLLOW KORANG BALIK.. INSYA ALLAH.

Saturday, October 3, 2009

TAKDIR DAN DOA

Bismillahirahmannirahim..


Dalam sebuah hadits Nabi shollallahu 'alaih wa sallam menjelaskan bahwa taqdir yang Allah ta'aala telah tentukan bisa berubah. Dan faktor yang dapat mengubah taqdir ialah doa seseorang.

Bersabda Rasulullah shollallahu 'alaih wa sallam: "Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah Ta'ala selain do'a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.." (HRTirmidzi 2065)

Subhanallah…! Betapa luar biasa kedudukan do'a dalam ajaran Islam. Dengan do'a seseorang bisa berharap bahwa taqdir yang Allah ta'aala tentukan atas dirinya berubah. Hal ini merupakan sebuah berita gembira bagi siapapun yang selama ini merasa hidupnya hanya diwarnai penderitaan dari waktu ke waktu. Iaakan menjadi orang yang optimis. Sebab keadaan hidupnya yang selama ini dirasakan hanya berisi kesengsaraan dapat berakhir dan berubah. Asal ia tidak berputus asa dari rahmat Allah Ta'ala dan ia mahu bersungguh-sungguh meminta dengan do'a yang tulus kepada Allah ta'aala Yang Maha Berkuasa. "Katakanlah: "Hai hamba-hamba- Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah Ta'ala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserahdirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)." (QS Az-Zumar 53-54)

Demikianlah, hanya orang yang tetap berharap kepada Allah Ta'ala saja yang dapat bertahan menjalani kehidupan di dunia betapapun pahitnya taqdir yang ia jalani. Ia akan senantiasa menanamkan dalam dirinya bahwa jika ia memohon kepada Allah Ta'ala dalam keadaan apapun, maka derita dan kesulitan yang ia hadapi sangat mungkin berakhir dan bahkan berubah. Sebaliknya, orang yang tidak pernah kenal Allah ta'aala dengan sendirinya akan meninggalkan kebiasaan berdo'a dan memohon kepada Allah Ta'ala. Ia akan terjatuh pada salah satu dari dua bentuk ekstrimitas. Pertama, ia akan mudah berputus asa. Atau kedua, ia akan lari kepada fihak lain untuk menjadi sandarannya demi merubah keadaan. Padahal begitu ia bersandar kepada sesuatu selain Allah Ta'ala, termasuk bersandar kepada dirinya sendiri, maka pada saat itu pulalah Allah Ta'ala akan mengabaikan orang itu dan membiarkannya berjalan mengikuti situasi dan kondisi yang tersedia. Sedangkan orang tersebut dinilai sebagai seorang yang mempersekutukan Allah Ta'ala dengan yang lain. Berarti orang tersebut telah jatuh ke dalam kategori seorang musyrik...!

"Dan Tuhanmu berfirman, "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QSAl-Mu'min 60) Dan yang tidak kalah pentingnya bahwa seorang muslim tidak boleh pernah berhenti meminta kepadaNya, karena sikap demikian merupakan suatu kesombongan yang akan menjebloskannya ke dalam siksa Allah Ta'ala yang pedih.

Maka Rasulullah shollallahu 'alaih wa sallam bersabda: "Barangsiapa tidak berdo'a kepada Allah Ta'ala, maka Allah Ta'ala murka kepadaNya." (HR Ahmad 9342)

Saudaraku, janganlah berputus asa dari rahmat Allah Ta'ala. Bila anda merasa taqdir yang Allah Ta'ala tentukan bagi hidup anda tidak memuaskan, maka tengadahkanlah kedua tangan dan berdo'alah kepada Allah Ta'ala. Allah Ta'ala Maha Mendengar dan Maha Berkuasa untuk mengubah taqdir anda. Barangkali di antara do'a yang baik untuk diajukan sebagai bentuk harapan agar Allah Ta'ala mengubah taqdir ialah sebagai berikut: "Ya Allah, perbaikilah agamaku untukku yang mana ia merupakan penjaga perkaraku. Perbaikilah duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku. Perbaikilah akhiratku untukku yang di dalamnya terdapat tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah matiku sebagai istirahat untukku dari segala keburukan." (HR Muslim4897)


UNTUK TEMAN-TEMAN BLOGGERS YG MELAWAT BLOG INI, TINGGALKANLAH SEPATAH DUA KOMEN UNTUK DIJADIKAN PERINGATAN AGAR AKU X TERLUPA UNTUK MELAWAT BLOG KALIAN KEMBALI.. INSYA ALLAH. I LOVE YOU FULL.. HA..HA..HA..HA..

3 comments:

Putra Al-Maliki said...

Janganlah kita sesekali menyalahkan allah bila sst musibah melanda kita. mungkin ia adalah ujian untuk menguji sejauh mana keimanan kita dan ia ada hikmah di sebaliknya... =)

CIK IZ'S said...

salam.. pernah dgr juga pasal ni.. tapi apepun percayalah, segala yang ditentukan punya hikmah tersendiri.. jika bukan dsini, di akhirat setia menanti ganjaran untuk hambanya yang bersbar.. setuju? :)

Guru Tajwid said...

Assalamualaikum,

Sememangnya doa adalah merupakan senjata bagi orang-orang beriman.Hanya dengan doalah taqdir seseorang itu dapat diubah.

Tapi,kalau kita muhasabah kembali mengapa ada diantara doa-doa yang kita panjatkan kepada Allah s.w.t seperti tidak diperkenankan oleh Allah.

Jadi ingin saya kongsikan di sini 10 sebab doa kita tertolek.Mudah-mudahan memberi manfaat.

10 sebab doa tertolak.

1) Kamu mengenal Allah, tetapi kamu tidak tunaikan hak-Nya.
2) Kamu berkata bahawa kamu cinta kepada Rasullah s..a.w. tetapi kamu tinggalkan sunnahnya.
3) Kamu telah membaca AL-Quran, tetapi kamu tidak beramal dengannya.
4) Kamu telah makan nikmat-nikmat Allah, tetapi kamu tidak bersyukur kepada-Nya.
5) Kamu telah berkata bahawa syaitan itu musuh kamu, tetapi kamu tidak menentangnya.
6) Kamu telah berkata bahawa syurga itu benar, tetapi kamu tidak beramal untuknya.
7) Kamu telah berkata bahawa neraka itu benar, tetapi kamu tidak lari daripadanya.
8) Kamu berkata bahawa mati itu benar, tetapi kamu tidak bersedia baginya.
9) Kamu bangun dari tidur, lalu kamu ceritakan segala keaiban manusia, tetapi kamu lupa keaiban kamu sendiri.
10) Kamu kebumikan mayat-mayat sahabat kamu, tetapi kamu tidak mengambil iktibar (pengajaran) daripada mereka