Bismillahir-Rahmanir-Rahim.. Assalamualaikum... Kepada para pengunjung. Tujuan blog ini di wujudkan adalah untuk berkongsi ilmu dan maklumat. Posting-posting dari blog ini tidak terbatas pada satu-satu bab. Ia lebih kepada mengikut citarasa hamba sendiri. Harap maaf jika tidak memenuhi kehendak jiwa serta keselesaan para pengunjung yang berlainan idealogi. Namun hamba tetap menyediakan berbagai label infomasi ( scroll down pada sidebar dibawah dan lihat pada "LABEL" ) untuk dimanfaatkan bersama. Semoga dapat memberi manfaat pada kita semua insyaAllah. wassalam.

JANGAN LUPA TINGGALKAN LINK SUPAYA SENANG AKU NAK MELAWAT DAN FOLLOW KORANG BALIK.. INSYA ALLAH.

Friday, August 12, 2011

AMANAH DAN TANGGUNGJAWAB PEMIMPIN


بسم الله الرحمن الرحيم

“ Seandainya ada seekor unta yang masuk ke suatu lobang di tengah jalan kota Baghdad , maka aku akan bertangungjawab "

Sejarah membuktikan bagaimana Umar bin Khattab selalu berjalan di tengah malam hanya untuk melihat apakah di sudut-sudut wilayah kekuasaanya ada orang yang masih menderita, sehingga suatu malam dia mendengar rintihan sebuah keluartga yang miskin tidak mempunyai apa-apa, maka dengan segera dia membawa sendiri karung gandum untuk menolong rakyatnya tersebut.

Umar juga berusaha untuk melaksanakan keadilan sehingga sejarah mencatat sewaktu Umar bin Khattab berjalan bersama pembantunya dengan mengenderai satu ekor unta menuju bumi Palestina untuk mengambil kunci baitul Maqdis, maka beliau membagi waktu yang adil dengan pembantunya dalam menaiki kenderaan. Jika khalifah diatas, maka pembantu berjalan mengiringi khalifah, dan jika pembantu diatas kenderaan, maka khalifah berjalan mengiringi pembantunya. Sehingga sewaktu mereka sampai ke Baitul maqdis, maka para penjemput Khalifah tidak mengetahui yang mana khalifah sebenarnya, sebab pada waktu itu Khalifah Umar berjalan kaki mengiringi unta khalifah yang sedang ditunggangi oleh pembantunya.

Penjemput khalifah Umar juga tidak dapat membedakan mereka sebab pakaian khalifah sama dengan pakaian pembantunya. Umar melakukan hal demikian sebab dia tidak ingin mendzalimi pembantunya dan juga tidak ingin mendzalimi untanya. Sedangkan zuhudnya Umar telah terbukti pada waktu kekhalifahan Islam terbuka ditangannya dengan penaklukan seluruh semenanjung Arab dan berlimpahnya harta kekayaan Negara, tetapi Umar tetap hidup dengan sederhana, sehingga sejarah menyatakan bahwa khalifah Umar setiap kali makan maka beliau hanya makan roti keras dengan minyak samin, dan hanya memakan delapan kali suap.

Begitu takutnya Umar bin Khattab dengan amanah yang dipegang sehingga beliau pernah berkata : “ Seandainya ada seekor unta yang masuk ke suatu lobang di tengah jalan kota Baghdad , maka aku akan bertangungjawa dan akan ditanya oleh Allah Taala pada hari kiamat nanti “. Bayangkan , khalifah Umar bin Khattab mengurus pemerintahannya dari kota madinah, tetapi kekhalifahannya sampai ke kota Baghdad, dan dia merasa jika ada seekor unta yang terperosok ke dalam lobang di jalan-jalan kota Baghdad, maka nanti walaupun dia berada di madinah, Allah juga akan mempertanyakan tugasnya dan menghukum keteledorannya sebab tidak mengetahuii ada lobahng di kota Baghdad yang telah mencederakan seekor unta.

Begitulah keadaan seorang muslim yang merasa bertanggungjawab atas segala amanah yang diterimanya dengan menduduki jabatan khalifah, bagaimana dengan muslim hari ini yang menang dalam pilihan umum dan menduduki jabatan menjadi anggta dewan perwakilan rakyat ? Jika umar yang telah dijamin surga masih takut disoal Allah tentang unta yang masuk ke lobang, bagaimana pertanyaan Allah kepada wakil rakyat yang megaku mewakili rakyat ? Selamat memasuki dewan dan bersiap-siaplah ditanya oleh Allah di hari kemudian kelak.


Ka’ab bin Ujrah r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Akan datang di kemudian hari nanti, setelah aku tiada; beberapa pemimpin yang berdusta dan berbuat aniaya. Maka barang siapa yang membenarkan kedustaan mereka dan membantu (mendukung) tindakan mereka yang aniaya itu, maka ia bukan termasuk umatku, dan bukanlah aku daripadanya. Dan ia tidak akan dapat sampai datang ke telaga (yang ada di syurga).- Riwayat Tirmidzi, Nasae’i dan Hakim.

2 comments:

Zul Fattah said...

haha..betul la.. nk jadi pemimpin sngat.. kena r tanggung semua ni..

Tornado Assassin said...

nice story...rindu ngan kisah2 camni..